Langsung ke konten utama

Catatan18

  Semua orang memiliki dosa. Semua orang tidak sempurna. Namun ketidaksempurnaan manusia seakan menjadi alasan seseorang melakukan sebuah dosa. Tabu. Begitu banyak yang terjadi dan semuanya terasa begitu buta. Aku diam. Kelam malam sangat suram. Sungguh tak bisa kubayangkan apa yang ada dihati seseorang.
  Betapa kuasanya engkau Tuhan. Memberi selagi dikhianati. Memaafkan selagi dibohongi. Mencurahkan segala nikmat padahal Engkau mengetahui segala kekejian. Sungguh, ampuni aku.
Ketika aku melihat ke kanan, aku sangat benci hidupku. Namun ketika kulihat ke arah kiri, sungguh aku merasa berdosa. Ketika kulihat hidup yang lain penuh dengan warna, kontras dengan duniaku yang gelap, kucari letak salahnya. Dimana? Akan terus kucari. Walaupun andai kebenarannya adalah itu bukan kesalahan. Banyak tengkorak hidup yang tertarik mengorek masa lalu seseorang, mengambil semua yang busuk, lalu menghakimi. Banyak mayat hidup tidak sadar etika, seakan-akan mengungkap kebenaran padahal hanya melontarkan tombak racun. Keji. Semakin dalam, semakin mengerti, semakin terkejut. Ada kecewa yang sangat mendalam dihati ini untuk orang-orang yang lupa akan harga mati seseorang. Ada luka yang masih sangat perih. Ya Allah Tuhan...

Postingan populer dari blog ini

Bap, I lost again. Aku tidak bisa menemukan yang seperti kamu di dunia yang berhampar-hampar ini. Yang ada mereka lebih dari kamu, Bap— dan aku tidak bisa. Aku tidak bisa menyamakan pucuk pada pohon yang kami tanam. Aku takut, jika terus saja begini, rantingnya akan patah dan aku jatuh, lagi dan lagi. Ahh Bap… how’s heaven? Boleh aku ikut saja kesana di pangkuan Bap? Kami tidak membawa bunga Bap kemarin, kami membawa hati yang penuh seperti yang sudah-sudah. Aku merasa Bap sudah menunggu ya dari sana? Selamanya Bap akan hidup dalam hati kami, dalam do’a kami, dalam tulisan ini.  Salam cinta untuk Bap, we miss you a lot🤍

Paradoks cinta dan kematian

Kau mulai meragukan kebenaran dan duduk diam dalam ketidakpastian. Begini ... kau sebelumnya merasa mungkin kekuatan yang kau raih saat ini adalah berkat kematian berkali-kali pada masa mudamu. Kau mulai seiring seirama dengan angan akan penyatuan cinta sejati antara dua jiwa yang terpisah. Mengidamkan, menerbangkan asa. Kau bergumam dalam do'a malam-malam kudus, "jodoh mana yang akan mendatangiku lebih dahulu? Jodoh kematian atau kekasih yang hilang?". Perlahan, kau menembus ruang dan waktu, menyelami pikir yang kau sadur dari berbagai arah. Kau hampir mati, lagi dan lagi. Kau lihat bangkai didepan matamu namun hanya air mata yang tertumpah. Itu bangkai! entah kau tidak menciumnya atau berpura-pura. Kau tetap berjalan dalam risau dan gelisah, dalam baik buruk yang kau punya.  Coba pikirkan, ternyata kematian dan kekasih hati yang kau damba adalah cinta sejati yang saling bertaut. Mereka paradoks. Dia adalah kematian dan kematian adalah dia. Dia bisa menjadi penghidupan, ...