Mabuk asmara Label konservatif di jaman ini melekat pada hal-hal yang memang hukum asalnya haram dalam syariat dan hal-hal yang sudah diuji kebenaran dan manfaatnya. Bagaimana bisa hal yang haram dan tegas dilarang dalam agama dilabeli sebagai sesuatu yang mengikat, menyiksa, dan menjauhkan kesenangan? Tidak lain karena hilangnya ilmu dan hilangnya keinginan terhadap Al-Qur’an. Di Indonesia sendiri, fenomena pacaran di kalangan muda seolah sudah lumrah, seolah sudah menjadi bagian baru dari budaya, padahal jika ditilik lagi hukum asalnya sudah sangat jelas. Ini sungguh kekeliruan yang nyata. Secara etimologi kata ‘pacaran’ berasal dari kata ‘pacar’ (daun pacar). Sedangkan, dalam bahasa Bugis, dikenal dengan istilah ‘pacci’. Mengapa bisa menjadi istilah untuk dua orang yang menjalin hubungan asmara? Berawal dari masyarakat Melayu yang selalu menggunakan pacar air (atau dikenal sebagai inai) pada dua orang muda-mudi yang saling tertarik dan diketahui oleh keluarganya. Ha...