Langsung ke konten utama

Kebenaran



Kebenaran dalam pandangan makhluk itu bergradasi. Kemunduran adab adalah ketika tidak berusaha berjalan dan menemukan kebenaran. Kebenaran yang hak hanya datang dari Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, tugas utama adalah concern on how to be a true servant of Allah. Sudahi semua ekspektasi dan penilaian terhadap mahkluk, turn our excitement to reach the devine love. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui segala isi hati. Jujurlah dihadapan Allah sebelum mengutamakan makhluk. Jujur kepada Allah artinya selalu memohon pertolonganNya dan melakukan setiap aktifitas diniatkan hanya karenaNya. Mementingkan kejujuran terhadap Allah adalah bijak dan mulia dari seorang hamba daripada terus menerus berfokus pada pencapaian dan ambisi. Kebenaran akan dituntun kepada kebenaran. Sungguh ketika diri mendapati sesuatu berbeda dengan apa yang diperkirakan, maka yang salah bukan kebenaran yang diasumsikan sebagai kebohongan,  melainkan perkiraan dan persangkaan yang harusnya dihilangkan. Wallahualam. Barakallahufiik

Postingan populer dari blog ini

Bap, I lost again. Aku tidak bisa menemukan yang seperti kamu di dunia yang berhampar-hampar ini. Yang ada mereka lebih dari kamu, Bap— dan aku tidak bisa. Aku tidak bisa menyamakan pucuk pada pohon yang kami tanam. Aku takut, jika terus saja begini, rantingnya akan patah dan aku jatuh, lagi dan lagi. Ahh Bap… how’s heaven? Boleh aku ikut saja kesana di pangkuan Bap? Kami tidak membawa bunga Bap kemarin, kami membawa hati yang penuh seperti yang sudah-sudah. Aku merasa Bap sudah menunggu ya dari sana? Selamanya Bap akan hidup dalam hati kami, dalam do’a kami, dalam tulisan ini.  Salam cinta untuk Bap, we miss you a lotšŸ¤

Paradoks cinta dan kematian

Kau mulai meragukan kebenaran dan duduk diam dalam ketidakpastian. Begini ... kau sebelumnya merasa mungkin kekuatan yang kau raih saat ini adalah berkat kematian berkali-kali pada masa mudamu. Kau mulai seiring seirama dengan angan akan penyatuan cinta sejati antara dua jiwa yang terpisah. Mengidamkan, menerbangkan asa. Kau bergumam dalam do'a malam-malam kudus, "jodoh mana yang akan mendatangiku lebih dahulu? Jodoh kematian atau kekasih yang hilang?". Perlahan, kau menembus ruang dan waktu, menyelami pikir yang kau sadur dari berbagai arah. Kau hampir mati, lagi dan lagi. Kau lihat bangkai didepan matamu namun hanya air mata yang tertumpah. Itu bangkai! entah kau tidak menciumnya atau berpura-pura. Kau tetap berjalan dalam risau dan gelisah, dalam baik buruk yang kau punya.  Coba pikirkan, ternyata kematian dan kekasih hati yang kau damba adalah cinta sejati yang saling bertaut. Mereka paradoks. Dia adalah kematian dan kematian adalah dia. Dia bisa menjadi penghidupan, ...