Kebenaran dalam pandangan makhluk itu bergradasi. Kemunduran adab adalah ketika tidak berusaha berjalan dan menemukan kebenaran. Kebenaran yang hak hanya datang dari Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, tugas utama adalah concern on how to be a true servant of Allah. Sudahi semua ekspektasi dan penilaian terhadap mahkluk, turn our excitement to reach the devine love. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui segala isi hati. Jujurlah dihadapan Allah sebelum mengutamakan makhluk. Jujur kepada Allah artinya selalu memohon pertolonganNya dan melakukan setiap aktifitas diniatkan hanya karenaNya. Mementingkan kejujuran terhadap Allah adalah bijak dan mulia dari seorang hamba daripada terus menerus berfokus pada pencapaian dan ambisi. Kebenaran akan dituntun kepada kebenaran. Sungguh ketika diri mendapati sesuatu berbeda dengan apa yang diperkirakan, maka yang salah bukan kebenaran yang diasumsikan sebagai kebohongan, melainkan perkiraan dan persangkaan yang harusnya dihilangkan. Wallahualam. Barakallahufiik
Kau mulai meragukan kebenaran dan duduk diam dalam ketidakpastian. Begini ... kau sebelumnya merasa mungkin kekuatan yang kau raih saat ini adalah berkat kematian berkali-kali pada masa mudamu. Kau mulai seiring seirama dengan angan akan penyatuan cinta sejati antara dua jiwa yang terpisah. Mengidamkan, menerbangkan asa. Kau bergumam dalam do'a malam-malam kudus, "jodoh mana yang akan mendatangiku lebih dahulu? Jodoh kematian atau kekasih yang hilang?". Perlahan, kau menembus ruang dan waktu, menyelami pikir yang kau sadur dari berbagai arah. Kau hampir mati, lagi dan lagi. Kau lihat bangkai didepan matamu namun hanya air mata yang tertumpah. Itu bangkai! entah kau tidak menciumnya atau berpura-pura. Kau tetap berjalan dalam risau dan gelisah, dalam baik buruk yang kau punya. Coba pikirkan, ternyata kematian dan kekasih hati yang kau damba adalah cinta sejati yang saling bertaut. Mereka paradoks. Dia adalah kematian dan kematian adalah dia. Dia bisa menjadi penghidupan, ...