Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan 41

  Alhamdulillah..  Siapa bilang tidak hebat? Menjadi tulang punggung, membiayai kuliah sendiri, bekerja semaksimal mungkin demi kebahagiaan keluarga, rasanya ini cukup untuk menjadi alasan kamu mencintai diri sendiri. Hey, kamu hebat sekali! Ayo semangat!  Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmussaalihat. Rasa syukur tak terhingga kepada Allah, alhamdulillah Ya Allah... Segala kesulitan pasti diiringi dengan kemudahan. Semoga Allah berkahi.  Tulisan ini untukku, untuk menyemangati diri sendiri, tidak ada niat apapun selain sebagai pengingat bahwa dengan kehendak Allah, aku ini hebat. Aku harus berbahagia untuk itu. Semangat...

Catatan 40

  Ketika ketetapan Allah sudah ditetapkan, tiadalah keraguan akan hal itu. Maka apa yang kamu takutkan? Saat kamu bersuka cita karena mendapat laki-laki dambaan, aku ingin kamu mengetahui bahwa aku juga sangat bersuka cita karena kudapatkan hatiku kembali. Hati yang bertaut dan bergantung hanya pada Pencipta. Hati yang senantiasa meminta tolong kepada Allah agar menegakkan syariat, agar bisa khusyuk dalam shalat, agar senantiasa mencintai Al-qur'an dan sunnah. Hati yang sangat aku dambakan.  Ketika Allah menghilangkan laki-laki itu dari hidupku, maka dengan seluruh keyakinanku  sesungguhnya Allah telah menghilangkan keburukan dari hidupku. Dengan karunia sebesar itu, adakah yang harus aku sesali? Kita sama-sama bersuka cita. Yang lebih menyenangkan hatiku adalah aku sudah merasa tepat dalam memilih jalan, aku sangat damai. Semoga Allah senantiasa membingbing dan menuntunku. Semoga Allah tetapkan hatiku, untuk selalu ada dalam agama yang benar.  Berbahagialah..

Catatan 39

Wahai Dzat yang Maha Hidup dan Maha Menguasai Kehidupan.. Sesungguhnya ketika Kau hilangkan satu orang dariku, tidak akan pernah sekalipun mengurangi penjagaan-Mu terhadapku. Sesungguhnya ketika kau hilangkan satu cinta yang membawaku pada keburukan, cinta dan kasih-Mu jauh lebih besar. Maka ketika aku gantungkan segala harapan hanya kepada-Mu, ketika aku serahkan segala urusan pada ketetapan-Mu, aku berdo’a semoga Kau karuniakan ketenangan dalam qalbu. Tenang yang membawa jiwa, hati, dan raga untuk tunduk dan taat kepada-Mu, tenang yang membuat diri mudah untuk melakukan ibadah-ibadah, tenang yang membawaku pada kelapangan bahwa ketetapan telah selesai Engkau tetapkan Ya Allah Rabbul aalamin. Tiada keraguan. Kau genggam hati dan tanganku, nafasku ada pada-Mu. Maka apa yang membuat hati ini terasa berat, jika sesungguhnya Engkau Rabb Yang Maha Adil dan Bijaksana. Pada waktu sore di hari Jum’at ini, aku yang tidak memiliki daya dan upaya, mengharap ridha-Mu. Semoga kau limpahkan rahmat,...

Catatan 38

Yang nampak adalah kau menangkan kekasih hati dambaan. Kekasih yang kau percaya akan bahagia di genggamannya, membuat terang dari sisa-sisa iman yang redup. Dimataku, itu semua bohong. Aku tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat disalahkan, pun engkau. Mata orang yang jatuh cinta sesungguhnya tidak mengenal cela. Namun apakah aku membenci?   Kau mendapat kasihmu, Allah anugerahkan kembali hatiku. Tidak kalah mulia dari yang kau dapat, tidak kalah berharga dari yang kau genggam. Apa yang harus kubenci bila Allah tidak tentukan, maka tidak akan ditentukan. Apa yang harus kubenci dari takdir yang harus aku imani? Sama sekali tidak! Aku sangat bersyukur kepada Allah yang telah menunjukan jalan, sesaat setelah aku merasa ditampar di hadapan kuburan bapak-ku.  Pulanglah bersama kekasihmu, pulanglah menuju palung, bergandengan, sesungguhnya aku tidak meminta kau menemui kegelapan. Aku akan pulang bersama hati dan jiwa yang utuh, yang mengingat Allah, dalam setiap denyut jantung. Aku t...

Catatan 37

    Sesungguhnya, jika bunga ini membuat hati menjadi gelap, menjauhkan aku dari yang hak, menjauhkan aku dari ketaatan kepada Allah, sungguh jika bunga ini melemahkan aku dan membuaiku dalam godaan, maka aku berlindung dari bunga yang seperti ini. Biarlah bunga ini tersimpan bersama pemiliknya, biarlah aku serahkan semua pada Sang Pengasih. Kelak ketika Allah datangkan ridho-Nya bagi pertemuan antara bunga dan duri-nya, semoga pada keadaan, waktu, dan tempat yang paling indah di muka bumi. Namun bila tidak dipertemukan, maka Allah lebih mengetahui apa yang tidak aku ketahui.   Tetaplah dalam diam wahai wanita bermata bulat, semoga Allah melimpahkan kemuliaan atas dirimu.

Catatan 36 Cerita Belantara

  Aku, debu yang goyah oleh dunia. Malam ini aku pergi ke dasar hati, menyelami apa yang membuatnya tidak bisa bekerja sama dengan pikiran di kepala. Mata terus terbuka, larut di keheningan malam. Tentang ilmu dan adab. Sungguh membuat kepala bercabang-cabang. Mari bicarakan rahasia ini. Biar saja, semoga mata mereka melebar, semoga telinga mereka memanjang. Namun pahala tetaplah bersama orang yang diberkahi.  Pada suatu masa, hiduplah seorang perintih, peminta, dan tukang mengeluh ditengah indahnya dunia. Memikul  beban di pundak, hampir patah. Datang pada suatu tempat yang diberkahi sampai ia menjadi bagian dari tempat itu. Walaupun tidak memiliki harta, dia adalah pujangga. Walaupun tidak ada apa-apa bersamanya, sesungguhnya bekal di kepala dan hatinya cukup untuk membesarkan lapang dan merendah di hadapan Yang Maha Memberi. Sampai pada suatu hari dia menyadari bahwa dia hidup di antara kuda liar, ular berbisa, dan tanaman berduri. Bila ia mengambil gerakan yang salah,...

Catatan 35 Diselamatkan Cahaya

Seperti apa cinta ini kepada makhluk, sebesar-besarnya cinta itu, bahkan kepada Ibu dan Bapak, tetap tidak akan menghilangkan kehilangan, tidak akan menangguhkan kepedihan karena kehilangan. Semua cinta di dunia akan pergi, tak ada yang abadi. Layaknya langit akan runtuh saat aku dengar kabar duka di hari itu, siapa peduli? Tidak ada, kehidupan tetap berjalan sehidup-hidupnya.  Tidak ada cinta yang abadi selain kasih sayang Sang Pemilik Cinta. Sedalam-dalamnya aku mencinta, hidup tidak akan memberi kesempatan untuk abadi dalam bahtera. Segala hal di dunia yang penuh duka ini tidak akan abadi dalam bahtera. Apa lagi yang aku kejar? Keabadian bukan ketepatan yang paling hak di dunia ini. Tak ada yang abadi. Beruntungnya aku, diselamatkan cahaya. Aku sampai disini, pada titik dimana tanganku kutitipkan pada langit, aku ikat pada tiang-Nya. Mari berdoa, semoga Allah tetapkan hatiku untuk selalu ada dalam agama yang lurus. Betapa sedihnya, betapa terlukanya mengumpulkan keberanian....